Keberadaan departemen pemeriksaan di dalam struktur organisasi seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas finansial…
7 Checklist Wajib Sebelum Audit Eksternal Tahun Berjalan
Menghadapi akhir tahun fiskal sering kali menjadi periode yang paling menantang bagi departemen keuangan dan akuntansi di setiap perusahaan. Kedatangan auditor dari pihak ketiga bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah ujian terhadap integritas dan akurasi pencatatan transaksi yang telah dilakukan selama dua belas bulan terakhir. Persiapan yang matang melalui penyusunan Checklist yang komprehensif akan sangat membantu tim internal dalam meminimalisir temuan kesalahan yang bersifat material. Dengan melakukan tinjauan mandiri sebelum auditor datang, perusahaan dapat mengidentifikasi ketidakkonsistenan data lebih awal, sehingga proses verifikasi oleh pihak luar dapat berjalan lebih efisien, cepat, dan memberikan hasil opini yang maksimal bagi kredibilitas organisasi di mata pemegang saham.
Langkah pertama dalam daftar periksa ini adalah rekonsiliasi seluruh akun kas dan setara kas. Auditor akan sangat fokus pada validitas saldo bank, sehingga pastikan semua rekening koran telah dicocokkan dengan buku besar tanpa ada transaksi gantung yang tidak terjelaskan. Selain itu, pastikan semua bukti transaksi pendukung seperti invoice, kuitansi, dan nota debit/kredit telah diarsipkan secara sistematis. Ketidakteraturan dalam penyimpanan dokumen sering kali menjadi pemicu utama keraguan auditor terhadap kontrol internal perusahaan. Jika dokumen fisik sulit ditemukan, auditor mungkin akan memperluas cakupan pemeriksaan mereka, yang tentu saja akan menyita lebih banyak waktu dan tenaga dari staf akuntansi Anda.
Poin krusial selanjutnya dalam persiapan menghadapi pemeriksaan External adalah verifikasi aset tetap dan inventaris secara fisik. Perusahaan harus melakukan stock opname secara mandiri untuk memastikan bahwa jumlah barang yang tercatat di sistem sesuai dengan kondisi riil di gudang atau lapangan. Jangan lupakan aspek penyusutan aset yang harus dihitung dengan metode yang konsisten sesuai standar akuntansi yang berlaku. Seringkali, auditor menemukan adanya aset yang sudah rusak atau tidak ada lagi di tempat namun masih tercatat memiliki nilai buku, hal ini dapat dianggap sebagai penggelembungan aset yang serius jika jumlahnya signifikan terhadap laporan posisi keuangan secara keseluruhan.
Selain aset, peninjauan terhadap kewajiban atau liabilitas juga tidak kalah penting. Pastikan semua hutang dagang kepada vendor telah dikonfirmasi dan tidak ada kewajiban akrual yang terlewatkan. Auditor biasanya akan melakukan prosedur konfirmasi eksternal dengan mengirimkan surat kepada kreditur perusahaan Anda. Oleh karena itu, memiliki data kontak vendor yang akurat dan saldo yang telah teruji secara internal akan menghindarkan perusahaan dari perbedaan angka yang memalukan saat surat konfirmasi tersebut kembali. Periksa juga apakah ada kontinjensi hukum atau klaim yang sedang berjalan yang mungkin memerlukan pengungkapan khusus dalam catatan atas laporan keuangan guna memenuhi prinsip transparansi.
Seluruh rangkaian persiapan untuk periode Tahun berjalan ini juga harus mencakup pemeriksaan terhadap kepatuhan perpajakan. Auditor akan melihat apakah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) telah dihitung, dipotong, dan disetorkan sesuai dengan regulasi pemerintah yang terbaru. Ketidaksinkronan antara laporan keuangan komersial dan laporan pajak sering kali menjadi area berisiko tinggi yang dapat memicu audit lanjutan dari otoritas pajak. Dengan melakukan ekualisasi pajak secara mandiri sebelum pemeriksaan dimulai, Anda dapat memberikan penjelasan yang logis dan didukung bukti kuat atas setiap perbedaan yang muncul akibat aturan akuntansi yang berbeda dengan aturan fiskal.

Comments (0)